Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Ekonomi, Sosial, Budaya di Indonesia dan ASEAN
KEUNGGULAN DAN KETERBATASAN ANTARRUANG PENGARUHNYA TERHADAP KEGIATAN EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA DI INDONESIA DAN ASEAN
A. Menjelaskan Keunggulan Dan Keterbatasan Antarruang Serta Peran Pelaku Ekonomi Dalam Suatu Perekonomian
1. Keunggulan Dan Keterbatasan Antarruang Dalam Permintaan, Penawaran, Dan Teknologi
Kebutuhan manusia akan bermacam-macam dan selalu bertambah baik jumlah maupun kualitasnya. Faktor ruang akan menentukan tindakan seseorang sebagai konsumen. Masyarakat kota memiliki perilaku konsumsi yang berbeda jika dibandingkan dengan masyarakat desa, maupun masyarakat pesisir pantai.
Dilihat dari perilakunya sebagai konsumen masyarakat kota lebih banyak membeli barang dan jasa karena ditunjang pendapatan yang tinggi dan munculnya pasar-pasar modern, seperti supermarket dan hypermarket. Berbeda dengan prilaku masyarakat di daerah perdesaan atau pegunungan, yang pendapatannya rendah, akses jalannya kurang baik yang membuat pendistribusian barang atau jasa menjadi kurang lancar. Akibatnya, masyarakat desa atau pegunungan lebih sedikit membeli barang dan jasa.
Barang dan jasa yang dibutuhkan manusia sebagian besar dihasilkan oleh manusia, dan hanya sebagian kecil yang dihasilkan oleh alam. Oleh karena itu manusia harus melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa yang biasa disebut dengan istilah Produksi. Salah satu yang menjadi alasan adanya interaksi antarruang adalah perbedaan potensi dan sumber daya alam yang dimiliki. Sumber daya memiliki fungsi dan peran penting dalam kehidupan manusia. Manusia hidup dengen memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitarnya. Tanpa tersediannya berbagai macam sumber daya alam di bumi ini, manusia akan kesulitan memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Sebagai negara tropis yang memiliki ribuan pulau dan lautan yang luas, Indonesia mempunyai kekayaan alam yang cukup banyak. Di Daratan, suhu dan curah hujan yang tingi memungkinkan penduduknya menanam berbagai macam barang pertanian dan perkebunan. Curah hujan yang tinggi juga menjamin tersedianya air untuk kepentingan budidaya perikanan darat. Indonesia juga memiliki laut yang luas dan garis pantai yang sangat panjang. Potensi ikan di Indonesia juga cukup banyak. Di samping itu, ditemukan pula berbagai jenis bahan tambang di dasar laut. Di sepanjang pesisir juga terdapat kekayaan alam berupa terumbu karang, rumput laut, dan tentu saja keindahan alam yang dapat dikembangkan untuk kepentingan pariwisata. Indonesia memiliki terumbu karang terluas di dunia. Terumbu karang Indonesia tidak hanya luas, tetapi juga beraneka ragam dalam hal sumber daya hayatinya.
Selain kekayaan laut, tanah, dan air. Indonesia juga memiliki banyak sumber daya mineral dan hasil hutan. Sumber daya alam yang tersebar di Indonesia memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Itu semua merupakan keunggulan yang dimiliki Indonesia, yang mengakibatkan munculnya penawaran beberapa produk hasil produksi Indonesia, serta munculnya permintaan negara lain atas produk Indonesia. Adanya penawaran dan permintaan akan prouduk mengakibatkan munculknya aktivitas perdangan.
Persebaran Sumber Daya Alam di Wilayah Indonesia
Persebaran sumber daya alam antar suatu daerah dengan daerah lain berbeda-beda. Suatu daerah dapat dikenal sebagai penghasil barang tambang. Akan tetapi daerah lain juga dapat dikenal sebagai penghasil hutan dan pertanian. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan keadaan geografis masing-masing daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki sumber daya alam yang beranekaragam. Ada yang memiliki kelapa sawit, ada juga yang memiliki emas. Perbedaan potensi inilah yang dapat mengakibatkan terjadinya permintaan dan penawaran, yang menimbulkan aktivitas perdagangan.
Perbedaan potensi daerah ini juga menyebabkan perbedaan keunggulan masing-masing daerah. Perbedaan potensi daerah bisa terjadi karena perbedaan teknologi. Setiap daerah memiliki keunggulan komparatif tersendiri. Sebagai contoh, Lampung memproduksi kopi sedangkan Jawa Barat memproduksi beras. Lampung dapat memproduksi kopi secara efisien dan murah. Demikian pula, Jawa Barat dapat memproduksi beras secara efisien. Dengan demikian, lampung memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi dan Jawa Barat memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi beras. Dalam ilmu ekonomi, perdagangan kedua daerah akan saling menguntungkan jika bersedia bertukar kopi dan beras. Keuntungan dari pertukaran sumber daya inilah yang menyebabkan terjadinya interaksi dalam dan antarruang berupa kegiatan perdagangan. Masing-masing daerah tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan, tetapi mendapat keuntungan dari produksi yang menjadi unggulan daerahnya. Untuk kepentingan tersebut diperlukan kerja sama antar daerah mengingat adanya perbedaan dan keterbatasan sumber daya alam yang ada di setiap daerah. Diharapkan setiap daerah dapat menyokong daerah lain yang kekurangan. Hal ini juga dapat mempererat integrasi antardaerah di Indonesia, yang pada gilirannya menghasilkan persatuan dan kesatuan.
Jadi aktivitas perdaganan akan terjadi jika ada produk yang diperdagangkan. Untuk menghasilkan produk prelu dilakukan kegiatan produksi, yang merupakan salah satu kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi akan berjalan jika ada pelaku-pelaku yang menjalankan kegiatan ekonomi.
2. Pengertian Pelaku Ekonomi
Pelaku ekonomi adalah orang/lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi. Ada 4 (empat) pelaku ekonomi, yaitu :
1) Rumah Tangga Keluarga/Konsumen (RTK),
2) Rumah Tangga Perusahaan/Produsen (RTP),
3) Rumah Tangga Pemerintah dan
4) Rumah Tangga Luar Negeri.
Pelaku ekonomi adalah orang/lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi. Ada 4 (empat) pelaku ekonomi, yaitu :
1) Rumah Tangga Keluarga/Konsumen (RTK),
2) Rumah Tangga Perusahaan/Produsen (RTP),
3) Rumah Tangga Pemerintah dan
4) Rumah Tangga Luar Negeri.
3. Peran Pelaku Ekonomi dan Perekonomian
a) Peran Rumah Tangga Keluarga/Konsumsi (RTK)
Rumah Tangga Konsumen Adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegitan konsumsi barang dan jasa untuk memenuhi keubutuhan hidupnya.
Peran dari RTK adalah
1) Sebagai Konsumen barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
2) Sebagai Penyedia/Pemasok Faktor Produksi kepada rumah tangga perusahaan untuk melakukan proses produksi yang meliputi:
a. Penyediaan lahan
b. PenyediaanTenaga kerja
c. Penyedia Modal dan
d. Keahlian
Pendapatan RTK terdiri atas :
1) Sewa (Rent), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah menyewakan tananya kepada perusahaan
2) Upah (Wage), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telalh mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi
3) Bunga (Interest), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kegiatan produksi
4) Laba/Keuntungan (Profit), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah memberikan kontribusi berupa tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan sehingga perusahaan memperoleh laba.
Jenis pasar dilihat dari pertemuan permintaan barang dan jasa dari konsumen dengan penawaran barang dan jasa dari produsen terjadi di pasar output atau pasar produksi (Minimarket, Pasar Tradisional, Bengkel, Lembaga Bimbingan Belajar).
Penawaran faktor produksi terjadi di pasar Infut atau pasar faktor produksi (Pasar Tenaga Kerja)
Untuk menciptakan barang dan jasa dibutuhkan berbagai macam faktor produksi, secara umum faktor produksi dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu :
1) Alam (lahan),
2) Modal,
3) Tenaga kerja,
4) Kewirausahaan.
Faktor produksi alam adalah segala sesuatu yang sediakan oleh alam untuk digunakan sebagai faktor pendukung produksi barang dan jasa.
Faktor produksi modal tidak selalu berupa uang, terdiri atas barang modal dan uang. Barang modal dapat berupa Mesin, gedung serta alat-alat yang digunakan untuk kepentingan produksi.
Faktor produksi tenaga kerja adalah faktor produksi yang berupa tenaga kerja manusia.
Faktor produksi kewirausahaan adalah suatu kemampuan mangatur, mengorganisasikan serta mengambil risiko dalam menjalankan suatu usaha. Kiistimewaannya adalah pada kreativitas dan inovasi. Pelaku kewirausahaan adalah wirausahawan.
b) Peran Rumah Tangga Perusahaan/Produsen (RTP)
Rumahtangga produksi/perusahaan atau produsen di indonesia dikelompokan menjadi:
1) BUMN
2) BUMS
3) Koperasi
Peran RTP :
1) Sebagai produsen yaitu memproduksi barang/jasa.
2) Sebagai pengguna faktor produksi yang dihasilkan oleh Rumah Tangga Keluarga/Konsumen
c) Peran Rumah Tangga Pemerintah
1) Sebagai pengatur atau regulator dalam perekonomian
a. Pemberian subsidi pada perusahaan dalam negeri
b. Menentukan besarnya pajak
• Pajak progresif
c. Pemberian izin toko suwalayan
2) Konsumen yaitu memanfaatkan sara dan prasarana penunjang dalam melakukan kegiatan pemerintahan
3) Produsen yaitu sebagai pembuat produk barang atau jasa. Seperti barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan BUMN
• PT Kereta Api Indonesia (KAI)
• PLN (Perusahaan Listrik Negara)
• dll
d) Peran Rumah Tangga Luar Negeri
Rumah Tangga Konsumen Adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegitan konsumsi barang dan jasa untuk memenuhi keubutuhan hidupnya.
Peran dari RTK adalah
1) Sebagai Konsumen barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
2) Sebagai Penyedia/Pemasok Faktor Produksi kepada rumah tangga perusahaan untuk melakukan proses produksi yang meliputi:
a. Penyediaan lahan
b. PenyediaanTenaga kerja
c. Penyedia Modal dan
d. Keahlian
Pendapatan RTK terdiri atas :
1) Sewa (Rent), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah menyewakan tananya kepada perusahaan
2) Upah (Wage), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telalh mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi
3) Bunga (Interest), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kegiatan produksi
4) Laba/Keuntungan (Profit), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah memberikan kontribusi berupa tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan sehingga perusahaan memperoleh laba.
Jenis pasar dilihat dari pertemuan permintaan barang dan jasa dari konsumen dengan penawaran barang dan jasa dari produsen terjadi di pasar output atau pasar produksi (Minimarket, Pasar Tradisional, Bengkel, Lembaga Bimbingan Belajar).
Penawaran faktor produksi terjadi di pasar Infut atau pasar faktor produksi (Pasar Tenaga Kerja)
Untuk menciptakan barang dan jasa dibutuhkan berbagai macam faktor produksi, secara umum faktor produksi dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu :
1) Alam (lahan),
2) Modal,
3) Tenaga kerja,
4) Kewirausahaan.
Faktor produksi alam adalah segala sesuatu yang sediakan oleh alam untuk digunakan sebagai faktor pendukung produksi barang dan jasa.
Faktor produksi modal tidak selalu berupa uang, terdiri atas barang modal dan uang. Barang modal dapat berupa Mesin, gedung serta alat-alat yang digunakan untuk kepentingan produksi.
Faktor produksi tenaga kerja adalah faktor produksi yang berupa tenaga kerja manusia.
Faktor produksi kewirausahaan adalah suatu kemampuan mangatur, mengorganisasikan serta mengambil risiko dalam menjalankan suatu usaha. Kiistimewaannya adalah pada kreativitas dan inovasi. Pelaku kewirausahaan adalah wirausahawan.
b) Peran Rumah Tangga Perusahaan/Produsen (RTP)
Rumahtangga produksi/perusahaan atau produsen di indonesia dikelompokan menjadi:
1) BUMN
2) BUMS
3) Koperasi
Peran RTP :
1) Sebagai produsen yaitu memproduksi barang/jasa.
2) Sebagai pengguna faktor produksi yang dihasilkan oleh Rumah Tangga Keluarga/Konsumen
1) Sebagai pengatur atau regulator dalam perekonomian
a. Pemberian subsidi pada perusahaan dalam negeri
b. Menentukan besarnya pajak
• Pajak progresif
c. Pemberian izin toko suwalayan
2) Konsumen yaitu memanfaatkan sara dan prasarana penunjang dalam melakukan kegiatan pemerintahan
3) Produsen yaitu sebagai pembuat produk barang atau jasa. Seperti barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan BUMN
• PT Kereta Api Indonesia (KAI)
• PLN (Perusahaan Listrik Negara)
• dll
Perekonomian yang tidak berhubungan dengan negara lain adalah hal sangat mustahil. Peran rumah tangga luar negeri adalah mengatur dan melakukan proses impor dan ekspor barang baik dari luar maupun dari dalam negeri sehingga kebutuhan dalam negeri bisa terpenuhi dengan jumlah yang seimbang dengan kebutuhan negara.
B. Mendeskripsikan Perdagangan Antarpulau
1. Pengertian Perdagangan dan Perdagangan Antarpulau
2. Tujuan Perdagangan Antarpulau
3. Faktor Pendorong dan Manfaat Perdagangan Antarpulau/Antardaerah
C. Mendeskripsikan Perdagangan Antarnegara
1. Pengertian dan Ruang Lingkup Perdangan Antarnegara/Internasional
2. Aktivitas Pedagangan Antarnegara
3. Kebijakan Pemerintah Untuk Mendorong Ekspor
4. Faktor Pendorong Ekspor
5. Manfaat Perdagangan Antarnegara
6. Faktor-faktor yang Mendorong Perdagangan Antarnegara
7. Perbedaan Perdagangan Antarpulau Dengan Perdagangan Antarnegara
D. Menganalisis Model Penguatan Ekonomi Maritim Dan Agrikultur
1. Penguatan Ekonomi Maritim
2. Penguatan Agrikultur Indonesia
3. Strategi Pengembangan Agrikultur di Indonesia
E. Menganalisis Pendistribusian Kembali Pendapatan
1. Pengertian Redistribusi Pendapatan
2. Program Redistribusi untuk Pemerataan Distribusi Pendapatan di Indonesia
3. Beberapa Alternatif Praktik Redistribusi Pendapatan


Comments
Post a Comment